Pada mulanya STPT dikeluarkan Dinkes Jakarta Timur, karena sebelumnya Assabil Holy Holistic berdomisili di Cawang, termasuk wilayah Jakarta Timur. Ijin pertama diperoleh pada April 2009. Pada waktu itu mungkin rumah bekam yang sudah berijin baru satu. Sehingga Assabil termasuk pemula untuk pengurusan ijin. Tak henti-hentinya Assabil mendorong teman-teman pembekam untuk mengurus ijin yang sama, terutama dari pengurus dan anggota Asosiasi Bekam Indonesia (ABI). Biar legal dan taat hukum.

Karena sekarang pindah ke Tebet, masuk wilayah Jakarta Selatan, tentu perlu proses perijinan baru lagi, dan alhamdulillah STPT sudah dikantongi. Tidak sulit untuk proses ini. Sehingga rumah-rumah bekam dapat mengurus hal yang sama.

Tadinya mau menunggu sampai semua lantai gedung Assabil yang lima lantai selesai dibangun, tapi dipikir-pikir, rasanya kok tak nyaman jika harus menunggu lantai 4 dan 5 serta lift jadi. Toh lantai 1, 2 dan 3 sudah bisa dioperasikan.

Saat petugas dari Dinkes melakukan survei, beliau berdua merasa sangat respek karena mendapatkan standar pengelolaan rumah bekam seperti yang ada di Assabil, karena sebelumnya petugas tidak mendapatkan standar baku alat, ruangan, sanitasi sampai ke sistem pemusnahan limbah. Sementara semua aspek pegelolaan rumah bekam ada di Assabil.

Bahkan ada beberapa program yang disampaikan dan diusulkan petugas Dinkes kepada Assabil, karena melihat standar kelaikan yang bahkan melebihi standar rumah bekam. Begitu kata beliau berdua kepada kami.

Yang pasti, beliau berdua merasa surprise melihat Assabil dan sebagai sesama Muslim merasa sangat bangga dengan keberadaan Assabil sebagai rumah bekam

Semoga Assabil Holy Holistic yang saat ini berdomisili di Jl. Soepomo 143a Tebet Jakarta Selatan tetap istiqmh dan eksis sebagai Pelopor Bekam steril di Indonesia