BUKU ADALAH HARTA KEKAYAAN

Judul bukunya "Uyunul-Anba' fi Thabaqat Al-Athibba'" yang ditulis Ibnu Abu Ushaibi'ah, meninggal tahun 668 H. Isinya biografi para dokter terdahulu sejak zaman Romawi kuno hingga masa kehidupan pengarang. Total sosok dokter yang dihadirkan dalam buku ini ada 378 orang, lintas agama, lintas bangsa. lintas suku.

Pengarang sendiri juga seorang ahli kedokteran yang menjadi dosen ilmu kedokteran dan lebih banyak menetap di Mesir. Nama aslinya Muwaffiquddin Abul-Abbas Ahmad bin Sadiduddin Al-Qasim bin Khalifah bin Yunus Al-Khazrajy Al-Anshary. Nama Ibnu Abi Ushaibi'ah dinisbatkan kepada kakeknya.  Belajar ilmu kedokteran di Damascus lalu berpraktik di Bimaristan (rumah sakit) An-Nury, rumah sakit pertama dalam sejarah Islam dalam pengertian rumah sakit yang sebenarnya dan menjadi rekan Ibnu An-Nafis. Gurunya banyak di antaranya Ibnu Al-Bithar. Lalu beliau pindah ke Mesir dan menekuni kedokteran mata atau al-kahalah di sana. Meninggal pada tahun 668 H. atau 1270 M. di Suria Selatan.

Buku ini menjadi salah satu rujukan utama dan terpenting dalam sejarah kedokteran Islam. Karenanya kita layak bersyukur dan mendoakan barokah bagi beliau karena warisan ilmu yang terus mengalir. Karena dengan begitu kita yang hidup pada zaman ini yang terpisah ratusan ribuan tahun masih berkesempatan menengok, mengintip dan mengetahui pokok-pokok pemikiran setiap tokoh kedokteran pada masa lampau dalam satu buku walau dibilang lumayan tebal, 711 halaman dan bahkan dengan ukuran huruf yang juga relatif kecil. Itu pun dengan ukuran buku besar, 21 x 30 cm.

Sebenarnya masih ada 4 judul buku lain yang beliau tulis seperti Hikayat Al-Athibba' fi Ilajatil-Adwa'. Selain menekuni bidang kedokteran, beliau juga dikenal sebagai seorang penyair.

Setiap Muslim praktisi thibb dan kedokteran Islam sepatutnyalah membaca kitab ini, agar sejarah dan cikal bakal kedokteran yang kini telah mencapai puncak kemajuannya tidak musnah, tidak kabur, tidak dipedulikan, tidak diperhatikan, bahwa sebenarnya kemajuan medis pada zaman sekarang tidak lepas dari kiprah dan campur tangan para dokter Muslim terdahulu, yang mereka itu bukan saja memberikan kontribusi ilmu semata, tap juga ilmu yang dipadu dengan iman dan takwa, seperti yang telah dilakukan Ibnu Abu Ushaibi'ah dalam kitab ini.

Pelajaran yang dapat diambil dari kitab yang sudah berusia 7.5 abad ini:

1. Buku adalah pengikat ilmu, seperti binatang yang jika tidak diikat akan lepas bebas tak tahu rimbanya.

2. Buku merupakan sarana dakwah yang paling efektif karena tidak lekang termakan zaman. Ia hadir kapan pun dan di mana pun.

3. Selayaknya kaum Muslimin memperbanyak karya tulis, termasuk di bidang medis yang disertai penjelasan dari sisi dalil-dalil nash dan syar'y, untuk membedakan antara medis pendekatan umum dan medis pendekatan Islamy.

4. Pahala karena manfaat buku terus mengalir kepada penulisnya karena ia sebagai ilmun yuntafa'u bihi sebagaimana sabda Nabi.

5. Faidah dari isi buku ini dapat dinikmati ketika seseorang sudah melihat dan membaca isinya.

KATHUR SUHARDI

CEO Assabil Group Jakarta